Logo

Wayang golek sudah dikenal masyarakat Sunda sekurang-kurangnya tahun 1500-an dan merupakan salah satu seni pertunjukan teater tradisi di Jawa Barat. Wayang golek merupakan kearifan lokal dan salah satu kekayaan budaya Sunda. Wayang golek saat ini lebih dominan sebagai seni pertunjukan rakyat, yang memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

 

Mengenai tiga maestro di dunia pedalangan wayang golek tersebut, Dr. Cahya, S.Sen., M.Hum. mengupas tuntas gambaran mengenai proses kreatif, idealisme, dan gaya pertunjukan dari masing-masing dalang melalui disertasinya ke dalam sebuah buku yang berjudul “Tiga Maestro Dalang Wayang Golek: Tjetjep Supriadi, Dede Amung Sutarya, dan Asep Sunandar Sunarya (Proses Kreatif, Idealisme, Dan Gaya Pertunjukan)”.
Perpustakaan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, berkesempatan untuk menyelenggarakan kegiatan bedah buku hasil karya Dr. Cahya tersebut. Bertempat di ruang Multiguna Perpustakaan ISBI Bandung, kegiatan bedah buku tersebut turut mengundang dalang muda Apep AS Hudaya, S.Sos. untuk menjadi narasumber, Dr. Cahya menjadi narasumber utama selaku penulis buku, dan Dr. Barnas Sabunga, M.MPd. selaku pemerhati budaya yang menjadi moderator.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pula Wakil Rektor ISBI Bandung bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerjasama Dr. Suhendi Afryanto, S.Kar., M.M., Kepala Perpustakaan ISBI Bandung Asep Setiadi Hermawan, S.Sos., putra-putra dari Alm. Asep Sunandar Sunarya yaitu Dadan Sunandar Sunarya dan Batara Sena, serta para mahasiswa ISBI Bandung.
“ISBI Bandung harus lebih dekat kembali dengan masyarakat. Keilmuan-keilmuan mengenai seni mesti dikenalkan lebih intensif ke masyarakat, salah satunya hasil disertasi Dr. Cahya mengenai pedalangan ini yang juga harus disebarluaskan lagi ke masyarakat,” ucap Dr. Suhendi dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan bedah buku.
Dr. Cahya mengungkapkan pertimbangannya dalam menulis buku tersebut, yaitu seni pedalangan wayang golek sebagai salah satu karya agung dunia yang sudah diakui oleh UNESCO, seni pedalangan sebagai sumber inspirasi nilai-nilai kehidupan, dan bentuk kepeduliannya untuk menjaga kelestarian dan perkembangan seni pedalangan.
“Ilmu dari tiga maestro dalang ini perlu digali dan ditransmisikan atau disebarkan kepada masyarakat. Selain itu juga sebagai bahan rujukan berkarya bagi para dalang, khususnya para dolong nonoman (muda),” paparnya.
Adapun kisah dari dalang muda Apep AS Hudaya yang menjadikan ketiga tokoh maestro tersebut sebagai teladan dalam proses kreatif penggarapan pertunjukan wayang sehingga dapat membawanya hingga kancah internasional. Dalam kesempatan ini, ia juga memaparkan mengenai pedalangan serta pewayangan, yang mencakup teknik, sejarah, nilai-nilai, dan makna-makna yang terkandung dalam wayang golek.
“Tiga maestro dalang wayang golek ini bisa disebut sebagai kado bagi dunia pedalangan, karena proses inovasi yang tiada henti dilakukan hingga pada saat ini banyak dijadikan inspirasi bagi dalang-dalang lainnya,” ucapnya.
Melihat perkembangan mengenai seni pedalangan yang banyak diminati di Jawa Barat, Dr. Suhendi berharap ke depannya ISBI Bandung perlu mengadakan pembelajaran mengenai seni pedalangan.
“Cita-cita ke depannya, di ISBI Bandung harus ada program studi seni pedalangan. Diharapkan juga ke depannya, ISBI Bandung perlu ada Fakultas Seni Pedalangan,” tegasnya.*** (Agung/Humas ISBI Bandung)

  • PERPUSTAKAAN ISBI BANDUNG MENYELENGGARAKAN BEDAH BUKU "TIGA MAESTRO DALANG WAYANG GOLEK: TJETJEP SUPRIADI, DEDE AMUNG SUTARYA, DAN ASEP SUNANDAR SUNARYA (PROSES KREATIF, IDEALISME, DAN GAYA PERTUNJUKAN)"_1
  • PERPUSTAKAAN ISBI BANDUNG MENYELENGGARAKAN BEDAH BUKU "TIGA MAESTRO DALANG WAYANG GOLEK: TJETJEP SUPRIADI, DEDE AMUNG SUTARYA, DAN ASEP SUNANDAR SUNARYA (PROSES KREATIF, IDEALISME, DAN GAYA PERTUNJUKAN)"_2
  • PERPUSTAKAAN ISBI BANDUNG MENYELENGGARAKAN BEDAH BUKU "TIGA MAESTRO DALANG WAYANG GOLEK: TJETJEP SUPRIADI, DEDE AMUNG SUTARYA, DAN ASEP SUNANDAR SUNARYA (PROSES KREATIF, IDEALISME, DAN GAYA PERTUNJUKAN)"_3

ISBI Bandung Alamat, Jl. Buah Batu No. 212 Bandung | Phone: +62 7314982 | Fax: +62 7303021 | e-Mail: isbi@isbi.ac.id