Berita ISBI Bandung

Tahun 2018 menjadi tahun kesepuluh digelarnya Festival Kesenian Indonesia (FKI) X dengan mengangkat tema “Seni, Identitas, dan Realitas”. Pada tahun ini perguruan tinggi yang menjadi tuan rumah diselenggarakannya FKI X adalah Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya.

Agenda dua tahunan Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSENI) tersebut akan digelar pada tanggal 7-9 Juli 2018 dengan acara berupa pertunjukan seni rupa, seni pertunjukan, workshop, dan pemutaran film.

Pada tahun ini, kegiatan FKI X melibatkan sembilan perguruan tinggi seni, diantaranya STKW Surabaya, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, Institut Kesenian Jakarta, ISI Surakarta, ISI Padang Panjang, ISBI Aceh, ISI Denpasar Bali, dan ISBI Tanah Papua.

ISBI Bandung sebagai perguruan tinggi yang terlibat dalam kegiatan tersebut akan menampilkan sebuah pertunjukan yang diberi judul “Residu: A Mix-Performance”, sebuah pertunjukan kolaborasi karya yang melibatkan Alfiyanto & Edi Mulyana sebagai Penata Adegan/Koreografi, Ismet Ruhimat sebagai Penata Musik/Efek, Joko Kurnain sebagai Penata Artistik/Skeneri, dan Benny Yohanes sebagai pembuat Teks Dramatik dan Pengarah Pertunjukan. Kemudian yang terlibat sebagai Pemain serta Penari yaitu Ardi Nursyaban, Nurwulan Kartini R, Budi, M. Ridwan Sulaeman, Sinta Puspitasari, Reni Nuranggraeni, Sri Anjani Safitri, Nur Fitriani, Bismi Adu R.P, Anggra, Chandra Jumara. Serta yang terlibat menjadi Pemusik yaitu Ghanil Fuady, Isep Sepiralisman, Ilham Sri Haryanto, R. Bangun, Mayang.

  

Melalui pertunjukan “Residu” terdapat pesan yang ingin disampaikan, yaitu: Tradisi serupa sandi. Tradisi terasa dekat, walau kadang tersekat. Tradisi bisa lunglai, tapi intinya tetaplah gemulai. Selalu ada tenaga, meski tak selalu teraba. Seperti perjalanan, tradisi perlu imbuhan. Yang terubah darinya, akan jadi pengubah selanjutnya. Tradisi itu melonggarkan, agar terkembang lagi ikatan. Sesaat terlepas, tapi tunasya segera mengelupas. Identitas tergugah di dalam kancah. Jiwa yang baru,kadang muncul sebagai tamu. Tradisi tidak bertahan. Tapi mengundang yang kemudian. Waktu perubahan bergulat, itulah saat tradisi menguat. Tradisi selalu menitis. Kadang kempis, tapi jiwanya tak pernah habis. Tradisi tak melesat bagai peluru. Tapi dasarnya padat, tempat kaki bertumpu. Tradisi bukan masa lalu. Tradisi adalah residu. Tradisi bertahan jika mampu bergaul dengan kekinian.*** 

 

 

 

 

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Musik Bambu

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Biro Akademik dan Umum

SIMPT