Kerjasama Dalam Negeri

Kerjasama Dalam Negeri

Mendapat Dukungan Disparbud Jabar, ISBI Bandung Kolaborasi dengan DPD Putri Jabar untuk Meningkatkan Sektor Pariwisata di Jawa Barat

 
Sabtu, 5 Juni 2021, dalam acara Pelantikan DPD PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Jawa Barat Periode 2021-2025 di Lodge Maribaya, Kabupaten Bandung Barat, Rektor ISBI Bandung dan Ketua DPD PUTRI Jawa Barat terpilih juga menandatangani MoU untuk pengembangan pariwisata Jawa Barat dan pelaksanaan MBKM. Untuk percepatan kolaborasi tersebut juga ditandatangani MoA antara DPD PUTRI Jawa Barat dengan Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik menghadiri dan mendukung penuh kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan PUTRI untuk percepatan pemulihan pariwisata di Jawa Barat.

“Saat ini fokus dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah pengembangan desa-desa. MoU antara Gubernur Jawa Barat dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan segera ditandatangani. Artinya, kedepan harus ada akselerasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan PUTRI untuk pengembangan desa-desa wisata tersebut.” ujarnya

Ketua DPD PUTRI Jabar terpilih dan sekaligus owner dari The Lodge Group, Heni Smith menyatakan dalam sambutannya “Bahwa kita harus Bangkit Bersama dalam membangun pariwisata di Indonesia, tema besar PUTRI adalah Rise of Tourism and Investment, program ini bertujuan untuk mengenalkan wisata baik yang sudah eksis dan belum eksis untuk bangkit bersama, mengangkat kearifan local yang merupakan identitas dari desa-desa wisata yang akan dikembangkan sebagai tujuan pariwisata”.

Sejalan dengan keinginan Kadisparbud dan Ketua DPD PUTRI Jabar, Rektor ISBI Bandung menyatakan “Sangat penting untuk membangun kolaborasi bersama untuk membangkitkan kembali pariwisata di masa era new normal ini. ISBI Bandung yang sangat peduli dengan kearifan local dari setiap desa baik di Indonesia maupun secara khusus desa di Jawa Barat berharap mampu mengangkat keunggulan desa wisata dari sisi seni dan budaya.”

Penandatanganan MoU Antara 8 Perguruan Tinggi Seni di Indonesia Disaksikan Langsung oleh Dirjen Dikti dan Dirjen Vokasi

 
JAKARTA - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggagas perpanjangan kerja sama antar perguruan tinggi seni di Indonesia dalam upaya menyukseskan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Acara ini digelar pada Rabu (02/06/21) pukul 19.00 hingga 21.00 WIB di Hotel Menara Peninsula, Jl. Letjen S. Parman No.Kav. 78, Slipi, Jakarta Barat. Beberapa perguruan tinggi seni yang berpartisipasi dalam penandatanganan kerja sama ini diantaranya adalah ISBI Bandung, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, ISBI Aceh, ISBI Tanah Papua, ISI Padangpanjang, dan STKW Surabaya.

Pada kesempatan hari itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng hadir untuk memberikan apresiasi kepada para perguruan tinggi seni yang penuh kekompakan melakukan pertemuan untuk membahas perpanjangan kerja sama. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi seni diperlukan untuk meningkatkan daya cipta dan kreasi suatu bangsa.


“Kita saat ini di era dimana ekonomi dunia semakin berinovasi dan peran seni menjadi sangat penting. Esensi dari seni dan budaya itu sendiri adalah daya cipta dan kreasi yang dikembangkan oleh suatu bangsa. Maka dari itu, perkawinan silang sangat diperlukan dalam hal itu. Perkawinan yang saat ini dilaksanakan antar Institut seni dan budaya sudah cukup baik tetapi perkawinan antara Institut seni dan budaya dengan perguruan tinggi lain lebih baik mulai dibangun,” ungkapnya. 

Beliau juga mengatakan bahwa ekonomi inovasi akan menguat ketika pola cipta dan rasa diasah. Maka dari itu, Institut seni jika dikolaborasikan dengan Institut engineering maka hal itu bisa lebih kuat untuk dibawa ke panggung dunia. 

Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., juga memiliki kesempatan untuk hadir pada acara malam itu. Pada pidato sambutannya, beliau mengatakan bahwa kolaborasi daya kreasi antar perguruan tinggi seni ini harus menghasilkan produk yang mampu memperkuat seni dan budaya di Indonesia. 


Mindset kita berkolaborasi menciptakan suatu daya kreasi bersama ya ujungnya produk. Produk ini harus punya value yang membuat Indonesia memimpin produk-produk seni dan budaya. Bagaimana kita memimpin dunia kalau orang Indonesia belum melihat produk kita,” ungkapnya.

Selain itu, beliau mengaku sependapat dengan perkataan Dirjen Dikti terkait kolaborasi antara perguruan tinggi seni dan perguruan tinggi lainnya yang harus sudah mulai dipikirkan untuk kedepannya. 

“Salah satu contoh film saya yang berjudul Tengkorak yang merupakan kolaborasi antara UGM dan ISI Yogyakarta merupakan contoh jika mahasiswa seni dan mahasiswa teknik dikolaborasikan dapat menciptakan suatu produk yang menjadi viral dan menginspirasi," tambahnya. 

Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen, M.Hum. selaku Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi (BKSPT) Seni Indonesia sekaligus Rektor ISBI Bandung mengatakan bahwa acara ini digelar untuk memperpanjang MoU antar perguruan tinggi seni yang sedang berjalan dan telah habis masanya. Beliau juga mengaku menyetujui saran Dirjen Dikti dan Dirjen Pendidikan Vokasi terkait kolaborasi antar perguruan tinggi lain yang harus dilaksanakan dan berharap inisiasi tersebut dapat dilaksanakan secepatnya.

Dalam kesempatan itu, beliau juga memaparkan beberapa program MBKM yang sedang berjalan diantaranya adalah Kedai Reka, Kompetensi Dosen, dan Festival Kesenian Indonesia (FKI).


“Secara bertahap kami mencoba untuk melakukan program MBKM. Adapun beberapa program yang masih bisa kita kejar adalah Kedai Reka sampai akhir Juni ini. Dalam program tersebut kita mencoba berkolaborasi tidak hanya dengan perguruan tinggi seni saja tetapi juga dengan dunia usaha, perguruan tinggi yang lain, dan bidang lainnya. Lalu, yang kedua adalah program kompetensi dosen. Apakah mungkin nanti ada pertimbangan khusus mengenai persyaratan bagi perguruan tinggi seni di Indonesia, mengingat dosen perguruan tinggi seni memiliki kekhasan tersendiri. Terakhir, FKI tahun 2020 tidak bisa dilaksanakan karena masa awal pandemi. Namun, InsyaAllah di tahun 2021 ini dapat dilakukan secara daring meskipun kita akan mencoba secara hybrid," katanya. 

Beliau juga mengatakan bahwa target FKI tahun ini adalah mahasiswa. Setiap prodi mencoba membuat perlombaan sehingga menciptakan mahasiswa yang memiliki prestasi nasional. Diharapkan inisiasi tersebut mendapat bantuan atau dukungan dari pusat prestasi nasional.

 
Proses penandatanganan MoU antar perguruan tinggi seni dilakukan secara serentak. Penandatanganan MoU ini dilakukan secara langsung oleh rektor masing-masing perguruan tinggi seni kecuali rektor dari ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, dan STKW Surabaya yang mana ketiga rektor tersebut berhalangan hadir sehingga penandatangan kerja sama dilakukan secara desk to desk. Pada kesempatan ini hadir pula Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang juga merupakan salah satu perguruan tinggi seni di Indonesia dan termasuk dalam anggota BKSPT Seni yang telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan ISBI Bandung di tanggal 21 April lalu. 

Adapun ruang lingkup kerjasama yang tertuang dalam perjanjian kerja sama antara antara 8 perguruan tinggi seni diantaranya: Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat; Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka; Peningkatan Sumber Daya Manusia; dan Kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

Setelah sesi penandatanganan MoU antar perguruan tinggi seni berakhir, terdapat sesi diskusi antara Dirjen Dikti dan Dirjen Pendidikan Vokasi dengan perguruan tinggi seni yang dimoderatori langsung oleh Ketua BKSPT Seni. 

 
Pada sesi diskusi ini, masing-masing rektor dari perguruan tinggi seni mengajukan pertanyaan atau menyampaikan aspirasinya kepada Dirjen Dikti dan Dirjen Pendidikan Vokasi. Kemudian, Dirjen Dikti dan Dirjen Pendidikan Vokasi memberikan jawaban mengenai pengusulan program studi vokasi, pelaksanaan program MBKM, pengusulan SOTK, perwujudan ISBI Kalimantan Timur dan ISBI Sulawesi Selatan, dan karya-karya FKI.

Pada intinya, Dirjen Dikti memaparkan bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak perluasan untuk mencapai tujuan bersama, terutama yang berkaitan dengan implementasi Program Merdeka Belajar -  Kampus Merdeka (MBKM). Beliau juga mengatakan bahwa jika kerja sama ini diperluas ke Perguruan Tinggi lainnya maka hal tersebut dapat menghasilkan karya-karya yang luar biasa. 

Menyetujui perkataan Dirjen Dikti, Dirjen Pendidikan Vokasi menambahkan bahwa perjanjian kerja sama ini merupakan suatu kesempatan yang baik yang harus dimanfaatkan setiap orang. Demi mencapai hal tersebut maka mindset yang ditanamkan perlu sejalan dengan cita-cita yang ingin dicapai. **

Bahu Membahu Antar ISBI Bandung dengan Universitas Udayana Capai Progres Tridarma Perguruan Tinggi dan Program MBKM

 
Pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi dan pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus diupayakan oleh Institut Seni Budaya (ISBI) Bandung dengan makin mempererat jalinan kerja sama dengan Universitas Udayana. Pada kesempatan ini, dilakukan 2 penandatanganan perjanjian kerja sama yakni pertama antara Fakultas Budaya dan Media (FBM) ISBI Bandung dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana; kedua antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ISBI Bandung dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana yang bertempat di Kampus Universitas Udayana, Denpasar, Bali pada jumat yang lalu (04/06/2021). 

Acara penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dihadiri oleh Dr. Sri Rustiyanti, S.Sen., M.Sn. Dekan FBM ISBI Bandung, Dr. Wanda Listiani, S.Sos.,M.Ds. Ketua LPPM ISBI Bandung, Dr. Made Sri Satyawati, S.S.,M.Hum. Dekan FIB Universitas Udayana, dan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. Ketua Pusat Penelitian Kebudayaan Universitas Udayana. 


Dr. Sri Rustiyanti menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut dari delapan IKU (Indikator Kinerja Utama) yang mencakup kualitas mahasiswa dan lulusannya, kualitas dosen serta kualitas kurikulum.

“Semoga dengan adanya ini menjadi peluang yang luas untuk meningkatkan kita sebagai dosen untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi sebagai primadona seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Mahasiswa ISBI Bandung Prof. Arthur,” ucapnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa FIB Universitas Udayana sebagai fakultas tertua di Universitas Udayana bersedia mendampingi FBM ISBI Bandung sebagai fakultas yang termuda di ISBI Bandung. FIB Universitas Udayana akan memberikan pendampingan baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan rekognisi dosen. 

Dr. Sri Satyawati menyambut baik kerja sama ini disamping sebelumnya telah terjalin kerja sama secara lembaga antara ISBI Bandung dengan Universitas Udayana sejak tahun 2020 yang lalu.

“Kami dari Universitas Udayana berharap kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dengan ISBI Bandung dapat berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Baik dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Dr. Wanda menyebutkan penandatanganan perjanjian kerja sama ini juga merupakan langkah awal keterlibatan ISBI Bandung dan Universitas Udayana dalam upaya mengembangkan kapasitas keilmuan dan kualitas pemahaman di kajian kebudayaan. Agenda program yang dilakukan berupa penelitian dan publikasi bersama dalam proyek penelitian seni budaya dan publikasi jurnal internasional. 

“Harapannya dari kerja sama antara LPPM ISBI Bandung yang diketuai oleh Dr. Wanda Listiani, M.Ds dan LPPM Universitas Udayana yang diwakili Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M. Litt, selaku Kepala Pusat Penelitian Kebudayaan dapat terjalin kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta publikasi ilmiah bereputasi internasional,” imbuhnya. 

Adapun ruang lingkup kerja sama yang tertuang dalam perjanjian kerja sama meliputi:
1. Penyelenggaraan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat,
2. Penyelenggaraan Kegiatan Ilmiah, Seminar, dan Lokakarya,
3. Peningkatan dan Pengembangan Kompetendi Sumber Daya Manusia, dan
4. Kegiatan lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

ISBI Bandung
Pusat Kreativitas Berbasis Manajemen Seni dan Jejaring
Kampus Merdeka – Indonesia Jaya

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Angklung dan Musik Bambu
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Lembaga


Unit Pelaksana Teknis

  • UPT Perpustakaan
  • UPT Teknologi Informasi
  • UPT Ajang Gelar dan Busana Pertunjukan
  • UPT Kantor Urusan Internasional

Biro Akademik dan Umum

  • Bag. Akademik dan Kemahasiswaan
    • Subbag. Akademik
    • Subbag. Kemahasiswaan
  • Bag. Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
    • Subbag. Perencanaan
    • Subbag. Kerja sama dan Hubungan Masyarakat
  • Bagian Umum dan Keuangan
    • Subbag. Keuangan
    • Subbag. Tata Usaha, Hukum dan Kepegawaian
    • Subbag. Rumah Tangga dan Barang Milik Negara