Berita ISBI Bandung

 

Tradisi positif yang sudah melekat dengan kehidupan kampus di perguruan tinggi di Indonesia yang dinamakan studium generale merupakan tradisi yang pertama muncul di kampus-kampus besar di Eropa dan Amerika yang keilmuannya sudah mapan kala itu. Studium generale sering diterjemahkan dengan kuliah umum yang penting yang dilaksanakan perguruan tinggi untuk menambah wawasan baru bagi sivitas akademika. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebagai kegiatan pembuka dari pembelajaran tahun ajaran baru.


Hal ini diungkapkan oleh Rektor ISBI Bandung Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum. dalam sambutannya pada acara Studium generale ISBI Bandung Tahun 2021 yang bertajuk “Menemukan Identitas dan Kreativitas Generasi Muda Lewat Seni Budaya” pada Kamis kemarin (02/09/2021) yang diselenggarakan secara daring.

 
Acara ini mengundang seorang maestro seni patung Indonesia  Dr. (HC) Nyoman Nuarta sebagai narasumber tunggal dengan moderator Dr. Supriatna, M.Sn. yang juga Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISBI Bandung bersama Iip Sarip Hidayana, M.Sn. sebagai Pembawa Acara.

 

“Kehadiran Bapak Nyoman Nuarta di kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi adik-adik mahasiswa untuk mandiri dengan keahlian seni yang serius didalami, yang nantinya akan memiliki  dampak ekonomi dalam kehidupan adik-adik kelak,” ucap Prof. Een.

Beliau juga mengajak para peserta untuk memegang teguh kekuatan identitas bangsa Indonesia, jangan tergoda dengan identitas bangsa lain dan terus percaya diri untuk menjujung budaya bangsa. Salah satu upayanya adalah dengan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi seni yakni di ISBI Bandung yang dapat menguatkan keilmuan dalam bidang seni budaya.

Pada kesempatan ini, Dr. (HC) Nyoman Nuarta menyuguhkan video singkat proses pembuatan beberapa karyanya yang mengundang decak kagum para peserta. Banyak mahasiswa yang mengungkapkan kekagumannya melalui chat zoom kepada beliau atas karyanya yang memiliki identitas orisinil dan sangat menginspirasi mereka.

Beliau menyampaikan bahwa seni haruslah memiliki identitas dikarenakan tanpa identitas, orang akan meragukan keaslian karya kita. Jadi kita harus menjadi diri kita sendiri, bangsa yang mempunyai harga diri akan memiliki kedaulatan yang didasari oleh identitas bangsa tersebut melalui seni budaya yang dimiliki.

Untuk melahirkan identitas tentu diperlukannya ide yang diawali dengan ketertarikan akan suatu hal seperti politik, lingkungan, sosial, atau kondisi yang sedang kita hadapi saat ini pandemi covid -19.

“Memang kalau kita tidak tertarik pada sesuatu, ya nggak mungkin ide itu ada,”tuturnya

  
Tanpa adanya ketertarikan akan suatu hal maka mustahil ide itu akan muncul dan tanpa ide maka tidak akan ada penciptaan karya. Inilah doktrin paling sakral dalam dunia kesenian. Artinya tanpa ide, sia-sialah seorang seniman dalam menciptakan karya. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda yang harus diasah sekeras mungkin untuk mendapatkan penemuan-penemuan baru.

“Ide itu boleh saja ada, tapi bagaimana kita mengejawantahkan ide itu tanpa ada suatu experience, tanpa ada suatu pengalaman dalam mengolah material misalnya, menguasai teknologinya ya, ini penting. Mastering technology itu penting sekali. Misalnya di studio saya bagaimana cara kita mengelas patung itu sehingga bisa berbentuk dengan cara lasan, tidak dicetak tapi kita mengelas. Nah ini perlu keterampilan yang diasah terus-menerus, tiap hari,”jelasnya.

Beliau menekankan bahwa jika kita telah memiliki pengalaman terhadap material dan teknologi yang ada, kita bisa mengolah material tersebut sesuai dengan ide dan keinginan kita. Janganlah material dan teknologi yang menguasai kita, akan tetapi kita manfaatkan teknologi tersebut untuk dapat menguasai material sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Identitas sesungguhnya tidak berhenti sekadar menjadi corak, tetapi mengekspresikan sesuatu yang lebih dalam yang sifatnya sangat personal. Dan itulah yang selalu membedakannya dengan karya seniman lainnya.

Dalam mewujudkan karyanya dari skala kecil menjadi skala besar, beliaupun menemukan teknik pembesaran yang telah dipatenkan dengan nama “Teknik Pembuatan Patung Organis dengan Mempergunakan Pembesaran Skala dan Pola Segmentasi” sejak tahun 1993.


Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Arthur Supardan Nalan, S.Sen, M.Hum juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dr. (HC) Nyoman Nuarta atas paparan dan sharing pengalaman beliau yang menjadi siraman kreativitas bagi peserta khususnya para mahasiswa ISBI Bandung.

“Ini menjadi siraman kreativitas, saya selalu melihat bahwa ini contoh yang penting untuk menyadarkan kita bersama, sadar pada jati diri dari sumber-sumber inspirasi Pak Nyoman kali ini, mudah-mudahan mahasiswa kami ikut juga kena siraman kreativitasnya dan yang paling utama, Saya kira studium sekarang ini akan terus dikembangkan supaya selalu berbeda, meminta pakar-pakarnya terutama pengalaman-pengalaman estetiknya,”tuturnya sebelum memasuki sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta.

Studium generale ini dihadiri kurang lebih 517 orang peserta yang terdiri dari Rektor ISBI Bandung beserta Wakil Rektor, Jajaran staf rektorat dan fakultas, beberapa dosen dari seluruh fakultas dan para mahasiswa baru ISBI Bandung dari seluruh jurusan TA 2021/2022.

Burung Kenari Hinggap di Jeruji Besi
Membawa Kertas yang Ada di Serambi
Mari Cintai Seni Tradisi
Terus Tumbuhkan Kreativitas Tinggi di ISBI

ISBI Bandung
Pusat Kreativitas Berbasis Manajemen Seni dan Jaringan
Kampus Merdeka-Indonesia Jaya

 

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Angklung dan Musik Bambu
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Lembaga


Unit Pelaksana Teknis

  • UPT Perpustakaan
  • UPT Teknologi Informasi
  • UPT Ajang Gelar dan Busana Pertunjukan
  • UPT Kantor Urusan Internasional

Biro Akademik dan Umum

  • Bag. Akademik dan Kemahasiswaan
    • Subbag. Akademik
    • Subbag. Kemahasiswaan
  • Bag. Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
    • Subbag. Perencanaan
    • Subbag. Kerja sama dan Hubungan Masyarakat
  • Bagian Umum dan Keuangan
    • Subbag. Keuangan
    • Subbag. Tata Usaha, Hukum dan Kepegawaian
    • Subbag. Rumah Tangga dan Barang Milik Negara