Berita ISBI Bandung


Senantiasa mengamalkan dan mengembangkan Seni, Ilmu pengetahuan dan Teknologi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara dan berpegang pada nilai-nilai kebenaran, menjadi salah satu dari Catur Prasetya Alumni Institut Seni Budaya Indoesia (ISBI) Bandung yang diucapkan oleh para wisudawan pada Sidang Terbuka Senat Akademik ISBI Bandung dalam rangka Upacara Wisuda Program Diploma, Sarjana dan Magister yang diselenggarakan pada Sabtu lalu (18/12/2021). Upacara wisuda ini digelar secara hybrid dengan pelaksanaan daring melalui zoom yang diperuntukkan bagi keluarga dan kerabat para wisudawan serta tamu undangan sedangkan luring berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Kampus ISBI Bandung, Jl. Buah Batu No. 212, Bandung dihadiri oleh para wisudawan. 


Berdasarkan Surat Keputusan Rektor ISBI Bandung Nomor 167/IT8/HK.02/2021 tentang Lulusan Program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma pada Wisuda Tahun Akademik 2021/2022 Institut Seni Budaya Indoesia Bandung Tanggal 13 Desember 2021 menyatakan kelulusan kepada 384 mahasiswa dari Program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Surat keputusan ini dibacakan langsung oleh Prof. Dr. Arthur Supardan Nalan, S.Sen, M.Hum. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Bandung. Dari 384 mahasiswa yang diwisuda, yang meraih predikat Dengan Pujian sebanyak 58 orang, Sangat Memuaskan sebanyak 324 orang dan memuaskan sebanyak 2 orang.


ISBI Bandung menggelar upacara wisuda dalam 2 sesi yang tiap sesinya dihadiri oleh 192 wisudawan. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Para panitia melakukan pengecekan suhu dan pemberian hand sanitizer kepada setiap wisudawan saat memasuki Kampus ISBI Bandung. Para wisudawan juga diwajibkan untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak selama berada di lingkungan Kampus. Sesi I dimulai dari pukul 08.00 WIB s.d 11.30 WIB yang dihadiri oleh wisudawan Fakultas Seni Pertunjukan yakni 71 orang dari program studi Seni Tari, 66 orang dari program studi Seni Karawitan, 42 orang dari program studi Seni Teater, dan 13 orang dari program studi Angklung dan Musik Bambu. Sedangkan sesi II dimulai dari pukul 12.00 WIB s.d 15.30 WIB yang dihadiri oleh wisudawan Fakultas Seni Rupa dan Desain yakni 21 orang dari program studi Seni Rupa Murni, 35 orang dari program studi Tata Rias dan Busana, 31 orang dari program studi Kriya Seni, lalu wisudawan Fakultas Budaya dan Media dengan 63 orang dari program studi Televisi dan Film, 22 orang dari program studi Antropologi Budaya serta 20 orang dari program studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana.


“Manfaatkanlah secara optimal segala ilmu dan pengetahuan yang anda miliki, yakinlah bahwa anda pasti mampu dan dapat melakukan dengan profesional, karena setiap manusia pada dasarnya diberi kelebihan, keistimewaan, serta keunikan. Semua orang adalah Istimewa, tinggal bagaimana saudara memberdayakan potensi yang saudara miiliki tersebut.  Bersyukurlah bahwa Tuhan telah memberikan anugerah itu kepada saudara-saudara yang belum tentu dimiliki orang lain,” pesan Rektor ISBI Bandung Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum kepada para wisudawan saat memberikan pidatonya.

Beliau juga menyampaikan bahwa para wisudawan merupakan bagian dari potensi insani yang sangat diharapkan untuk meneruskan pembangunan, terutama dalam masa sulit seperti sekarang ini. Dengan memiliki kemampuan akademik dan skill yang tinggi tidaklah cukup. Keberhasilan itu hanya dapat dicapai dengan disiplin, motivasi, kerja keras, kerja cerdas, ikhlas, dan kerja tuntas  secara sistematik dan ketangguhan lahir batin.

“Saudara harus mampu mengatur dan menghargai waktu, energi, dan kesempatan dengan baik, serta patuh pada tekad yang Saudara gariskan sendiri dan patuh kepada peraturan yang berlaku. Disiplin pribadi itu mencerminkan kesanggupan bekerja tanpa diawasi dan tanpa didorong-dorong. Dengan disiplin diri itu, Saudara akan dapat mencapai prestasi tinggi dan memperoleh sesuatu yang membanggakan. Tumbuhkan budaya mutu dimulai dari diri sendiri. Luaskan jaringan karena masa sekarang ini kesempatan itu terbuka lebar,” imbuhnya.

 
Prosesi upacara Wisuda ISBI Bandung kali ini juga memiliki warna berbeda dari upacara wisuda sebelumnya, pertama, ditampilkannya tari pembuka baru ISBI Bandung yakni Tari Jagra Sotama dengan 7 orang penari pria yang menunjukkan kewaspadaan, keutamaan dan mawas diri untuk menyongsong tatanan kehidupan masa depan yang lebih baik. Upacara Wisuda ISBI Bandung Tahun Akademik 2021/2022 menjadi momen pertama kalinya tari ini dipertontonkan kepada khalayak. Kedua, sambutan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia (UMKM) Republik Indonesia Drs. Teten Masduki yang mengharapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh para wisudawan di ISBI Bandung dapat menjadi bekal dalam berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. Beliau mengundang para wisudawan untuk ikut andil, berkarya memberdayakan masyarakat luas dengan berwirausaha. Menghadirkan inovasi pada model bisnis UMKM yang berorientasi pada kreativitas dan teknologi.

“Kepada ISBI Bandung, saya titipkan agar terus mengambil peran aktif mempersiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan relevan dengan tantangan hari ini dan masa depan. Kampus harus menjadi wadah bagi mahasiswa dan lulusannya untuk berinovasi dan bersinergi dalam ikhtiar menghadirkan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat secara luas,” katanya dalam sambutan.

Pada hari yang berbahagia terutama bagi para wisudawan, Shinda Regina wisudawan dari program studi Seni Tari mendapatkan kesempatan mewakili teman-teman wisudawan ISBI Bandung sesi I untuk menyampaikan sepatah dua patah kata. Ia mengutarakan bahwa hari ini adalah pembuktian atas segala perjuangan yang telah mereka lakukan dalam menempuh studi di ISBI Bandung.

“Saya ingin mengucapkan bahwa kita semua luar biasa. Susah, senang, sedih, semangat, malas, suka-duka itu kita lewati bersama dengan teman-teman tercinta. Hal tersebut telah memberikan kita pengalaman yang luar biasa sebagai bekal untuk menjajaki dunia yang lebih luas, dunia sebenarnya. Jadi, kita harus berpikir bahwa ini merupakan langkah awal untuk mengepakan sayap kita ke langit yang lebih tinggi,”tuturnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang tua yang selalu menyimpan segenap harapan pada anak-anak mereka, untuk ibu dan bapak dosen serta seluruh civitas akademika yang telah membantu dalam melewati proses belajar mengajar dengan baik.


“Untuk setiap pandangan kebijaksanaannya, ilmunya, dedikasinya memberikan segala pengetahuan yang membuka mata dan pikiran kita semua. Kami hanya ingin mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya, jasamu tak tergantikan,”ucapnya.

Ia juga menyemangati para wisudawan bahwa kita tidak pernah tahu, saat kita menemukan potensi kita yang sebenarnya dan memanfaatkannya dengan maksimal, segalanya menjadi mungkin. So, find something incredible inside you and burn it!

Pada upacara wisuda sesi II, Neng Wina Resky Agustina dari program studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana menjadi wakil para wisudawan untuk memberikan sambutan.

 
“Alhamdulillah berbekal keilmuan yang telah diperoleh di ISBI Bandung, sebagai bentuk ‘tahadus bi nikmah’ saya telah mendapatkan pengalaman berkarya yang mudah-mudahan ke depan bisa lebih mendulang manfaat dan membanggakan, tidak saja untuk diri saya sendiri tapi juga keluarga, lingkungan, civitas akademika dan seluruh masyarakat di mana saya berpijak,”ujarnya.

Merenung seperti gunung, bergerak seperti ombak. Ia mengajak para wisudawan untuk semua peka pada konteks permasalahan hidup dan kemudian berkarya dengan segala pengetahuan yang telah diperoleh. Hal ini sejalan dengan visi ISBI Bandung yang menjadi institusi pendidikan tinggi seni budaya  yang berjati diri, berkualitas, dan berdaya saing dalam skala lokal, nasional, dan global; menyelenggarakan misi tridarma perguruan tinggi di bidang seni budaya yang memperkokoh karakter budaya bangsa; memberdayakan seni budaya secara kreatif dan inovatif; membangun  sumber daya manusia unggul dan kompetitif serta menjalin kerja sama seni budaya dalam tingkat lokal dan global.

“Hal tersebut akan selalu menjadi pegangan kita dan seluruh civitas akademika ISBI Bandung dalam menggali kebenaran yang unggul, egaliter, dan humanis demi terwujudnya masyarakat yang semakin bermartabat. Hari ini bukanlah akhir dan puncak masa studi, hari ini kita mendapat tantangan baru sekaligus amanah untuk mengabdikan diri kita kepada nusa dan bangsa,” tambahnya.

Ia pun menyadari bahwa mejadi bagian dari kaum intelektual di masyarakat tentunya memiliki peran yang besar dalam mewujudkan tata nilai yang baik untuk membangun sebuah peradaban yang baik pula. Ia mencoba mewujudkan dalam salah satu karya penciptaannya yang membangun tata nilai tersebut dalam bentuk tari yang mudah dipahami oleh masyarakat tetapi tidak berbenturan dengan nilai-nilai modernitas.

 
Upacara Wisuda ISBI Bandung berjalan dengan lancar dan bertambah khidmat diiringi dengan lagu kebangsaan yang dibawakan oleh paduan suara kebanggaan Gita Suara Choir ISBI Bandung yang telah banyak meraih kemenangan dibelbagai ajang baik di kancah nasional maupun internasional.

Lulusan ISBI Bandung akan menjadi bagian dari kemajuan bangsa Indonesia di masa datang yang akan mengenalkan betapa luar biasanya seni dan budaya dapat merekatkan persatuan bangsa dan menjadi bahasa dunia. Para lulusannya akan tersebar di bumi pertiwi yang senantiasa menjadi taburan bintang di langit nusantara, memberikan cahaya bagi dunia, menjadi inspirasi bagi setiap pencapaian yang dibutuhkan dalam derap pembangunan, kebudayaan dan lingkungan hidup serta kemanusiaan.

Berikut nama-nama wisudawan yang meraih prediket Dengan Pujian tertinggi dari tiap program studi, yakni:
1. Seni Tari : Shinda Regina dengan IPK 3,81;
2. Seni Karawitan : Rojikin dengan IPK 3,63;
3. Seni Teater : Anzar Mustikowati dengan IPK 3,59;
4. Angklung dan Musik Bambu : Dicky Gustyan Hidayat dengan IPK 3,62;
5. Seni Rupa Murni : Wanti Amelia dengan IPK 3,53;
6. Tata Rias dan Busana : Vinnilya dengan IPK 3,61;
7. Kriya Seni : Shafira Aprishany Pratiwi dengan IPK 3,58;
8. Televisi dan Film : Muhammad Rivaldy dengan IPK 3,63;
9. Antropologi Budaya : Prega Panji Buana dengan IPK 3,68; dan
10. Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana : Ganesha Wibisana dan Neng Wina Resky Agustina dengan IPK masing-masingnya 3,79.

Selamat Jalan
“Cag Geura Prak, Bral Geura Miang”
Selamat Berjuang di Masyarakat
Mudah-Mudahan Semua diberi Kemudahan oleh Allah SWT dalam Menempuh Kehidupan pada Masa yang Akan Datang

ISBI Bandung
Pusat Kreativitas Berbasis Manajemen Seni dan Jaringan
Kampus Merdeka-Indonesia Jaya

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Angklung dan Musik Bambu
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Lembaga


Unit Pelaksana Teknis

  • UPT Perpustakaan
  • UPT Teknologi Informasi
  • UPT Ajang Gelar dan Busana Pertunjukan
  • UPT Kantor Urusan Internasional

Biro Akademik dan Umum

  • Bag. Akademik dan Kemahasiswaan
    • Subbag. Akademik
    • Subbag. Kemahasiswaan
  • Bag. Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
    • Subbag. Perencanaan
    • Subbag. Kerja sama dan Hubungan Masyarakat
  • Bagian Umum dan Keuangan
    • Subbag. Keuangan
    • Subbag. Tata Usaha, Hukum dan Kepegawaian
    • Subbag. Rumah Tangga dan Barang Milik Negara