Berita ISBI Bandung

 

Selasa 24 Mei 2022, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menampilkan Drama Tari yang dikemas dalam bentuk sinematografi film berjudul “Jabang Tutuka, Birth of The Blazing Knight”. Sinematografi film ini merupakan cerita yang mengangkat keagungan nilai Wayang Wong yang mengisahkan Jabang Tutuka, seorang anak yang ditakdirkan untuk mengalahkan Naga Percona, yang memporak porandakan kahyangan yang nantinya menjadi cikal bakal dari kelahiran Gatotkaca.

Lahirnya karya seni ini menjadi salah satu upaya revitalisasi atau menghidupkan kembali seni wayang wong priangan oleh beberapa perguruan tinggi seni di Indonesia yakni ISBI Bandung, ISI Surakarta, ISBI Denpasar, dan IKJ. Karya seni pertunjukan ini merupakan realisasi dari riset yang didukung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). 

Penayangan film ini dibagi dalam 2 sesi yakni sesi I pukul 19.00 WIB dan sesi II pukul 20.30 WIB yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung. Karya ini berhasil mengundang tepuk tangan kepuasan dan senyum kekaguman dari pada penonton setelah selesai menyaksikannya. Setiap sesi, kursi terisi penuh oleh penonton dari berbagai kalangan, dari seniman dan budayawan hingga penikmat seni dan masyarakat umum. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Drs. Benny Bachtiar, M.Si., Sekretaris Komisi IV DPRD Jabar, Dr. Buky Wibawa Karya Guna., M.Si. juga berkesempatan hadir dan menyaksikan penayangan Jabang Tutuka, Birth of The Blazing Knight ini.

Melalui wawancara singkat, Ka. Disparbud Provinsi Jabar menyampaikan apresiasi atas penampilan yang sangat kreatif. Ia menilai bahwa drama tari ini menampilkan sesuatu yang sangat menarik, dan memberikan wawasan yang jarang diketahui banyak orang bahwa Jabang Tutuka ini merupakan cikal bakal Gatotkaca. Drs. Benny menyebutkan bahwa pertunjukkan Wayang Wong seperti ini dapat meningkatkan wawasan kebudayaan Indonesia dan ia pun berharap kedepannya kesenian ini akan terus disosialisasikan kepada generasi milenial sehingga dapat menumbuhkan kembali jati diri anak muda bangsa.

“Mudah-mudahan sinematografi seperti ini bisa menjadi pengetahuan baru tentang wawasan kebudayaan Indonesia terhadap generasi milenial. Ketika mereka mengenal budaya, maka akan mengembalikan jati diri anak bangsa,” ucap Drs. Benny.

Apresiasi juga turut disampaikan kepada Rektor ISBI Bandung, Prof. Dr. Een Herdiani S.Sen., M.Hum., para stakeholder, dan seluruh pihak yang ikut berperan aktif dengan maksimal serta kreatif dalam penggarapan Jabang Tutuka hanya dalam waktu beberapa bulan.

“Lebih baik salah lalu memperbaiki daripada tidak berbuat sama sekali. Apresiasi untuk seluruh stakeholder ISBI Bandung,”imbuhnya. 

Wayang wong merupakan pertunjukkan wayang yang diperankan oleh manusia. Hidup dan berkembang di pulau Jawa dan Bali. Sejalan dengan perubahan sosial, kelompok wayang wong semakin sedikit bahkan di Jawa Barat sudah hampir punah. Aset wayang wong yang sarat dengan nilai kearifan lokal dapat menjadi aset industri kreatif.

Prof. Een menyampaikan bahwa latar belakang dari pembuatan karya ini adalah bagaimana menghidupkan kembali kesenian wayang wong di Jawa Barat. Hal tersebut disebabkan karena kesenian wayang wong priangan ini sudah tidak hidup di masyarakat. 

“Melalui karya ini, saya ingin menghidupkan kembali pada kaum milenial dengan bentuk karya ini. Harapannya kita ingin wayang wong ini menjadi pertunjukkan rutin di ISBI Bandung untuk menghidupkan kesenian Wayang Wong di Jawa Barat,”jelasnya.

Senada dengan Ka. Disparbud Provinsi Jawa Barat, Prof. Een juga berkeinginan kedepannya akan ada sosialisasi kesenian yang disampaikan kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat, atau sosialisasi melalui pertunjukkan yang akan ditonton oleh para siswa sekolah.

“Mudah-mudahan wayang wong di Jawa Barat bisa hidup lagi,” sambungnya.

Dr. Buky juga turut menunjukkan respon positif terhadap penampilan kesenian wayang wong ini. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan kurangnya atraksi kesenian Jawa Barat yang berbanding terbalik dengan jumlah destinasi wisata di Jawa Barat. Ia menilai bahwa kearifan lokal wayang wong ini bisa diangkat untuk mengembalikan jati diri Sunda di generasi milenial Jawa Barat.

“Tugas lulusan ISBI Bandung adalah untuk bisa mengembangkan dan menampilkan kesenian ini di destinasi wisata, bagian dari promosi dan turut andil dalam meningkatkan pemasukan ekonomi,” tuturnya.

Dr. Buky juga mengutip salah satu adegan pada Jabang Tutuka, Birth of The Blazing Knight sebagai harapannya kepada ISBI Bandung.

“Saya menangkap tadi di alur cerita ada Jabang Tutuka masuk ke kawah Candradimuka, lalu Jabang Tutuka bertransformasi menjadi Gatotkaca dengan segala kesaktiannya. Saya selalu berharap bahwa ISBI Bandung merupakan kawah yang akan menjadi penjaga gawang dan dapat mentransformasi nilai tradisi atau produk warisan budaya di Jawa Barat, sehingga bisa menjadi adaptif dengan perkembangan zaman,” ucapnya kepada Prof. Een.

Purnabakti ISBI Bandung, Dr. F.X. Widaryanto, S.S.T, M.A. juga turut hadir menyaksikan penayangan sinematografi film Jabang Tutuka, Birth of The Blazing Knight.

Dr. Widaryanto mengatakan bahwa kolaborasi ini adalah satu strategi dari kekuatan dan pemberdayaan kearifan lokal yang memiliki kekuatan di dalam mewujudkan imajinasi yang tidak mungkin menjadi mungkin secara visual/sinematografi.

“Karya ini adalah perwujudan dari imajinasi, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karya ini tidak ada ego dari mainstream seni, tetapi sudah ada kolaborasi sehingga menjadi ciri yang harus ditunjukkan dalam era digital saat ini. Karya ini adalah ekspresi kolaborasi dari seniman yang merupakan penurunan ego seniman, dimana dahulu itu sangat tidak mungkin,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi seni ini tidak mengurangi esensi dari setiap seni. Kolaborasi ini merupakan sebuah perwujudan baru dari esensi yang lama.

“Tradisi kan, kita tidak mengalami, dan bukan menjadi 'referensi', yang menarik adalah potensi wayang wong di Jawa Barat bisa menjadi bagian yang bisa digarap dengan kebudayaan masing-masing daerah untuk menggerakkan masyarakatnya agar bisa berkreasi dan merasakan bahwa wayang wong merupakan sebuah kebanggaan,” ucapnya sebelum meninggalkan GK. Sunan Ambu.

Adapun tim dari penelitian ini adalah  

Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum.; Prof. Dr. Endang Caturwati, S.S.T., M.S.; Muhammad Mughni Munggaran, M.Sn. dari ISBI Bandung; Prof. Dr. Sri Rochana Widiastutieningrum, S.S.T., M.Hum., dari ISI Surakarta; Dr.  I Gusti Ngurah Sudibya, S.S.T., M.Sn. dari ISI Denpasar; dan Suzen H.R Lumban Tobing, S.Sn., M.Hum dari IKJ.

Semangat Berkarya, Seniman Indonesia. Salam Budaya!

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Angklung dan Musik Bambu
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Lembaga


Unit Pelaksana Teknis

  • UPT Perpustakaan
  • UPT Teknologi Informasi
  • UPT Ajang Gelar dan Busana Pertunjukan
  • UPT Kantor Urusan Internasional

Biro Akademik dan Umum

  • Bag. Akademik dan Kemahasiswaan
    • Subbag. Akademik
    • Subbag. Kemahasiswaan
  • Bag. Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
    • Subbag. Perencanaan
    • Subbag. Kerja sama dan Hubungan Masyarakat
  • Bagian Umum dan Keuangan
    • Subbag. Keuangan
    • Subbag. Tata Usaha, Hukum dan Kepegawaian
    • Subbag. Rumah Tangga dan Barang Milik Negara