Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 sastrawan dan budayawan Ajip Rosidi berlangsung di Gedung Sunan Ambu Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Kamis (31/1/2019). Dalam acara tersebut, Ajip Rosidi didampingi oleh istrinya yaitu Nani Wijaya.
Ajip Rosidi tidak bisa lepas dari keberadaan Yayasan Kebudayaan Rancagé yang masih menunjukkan peranannya dalam memelihara dan mengembangkan kebudayaan daerah. Setiap tanggal 31 Januari, Yayasan Kebudayaan Rancagé mengumumkan para penerima hadiah untuk masing-masing sastera daerah. Pengumuman hadiah Rancagé biasanya dengan cara menyebar surat keputusan kepada media cetak dan elektronik, dan bukan pada sebuah acara khusus, karena penyerahan hadiah akan diselenggarakan setelah pengumuman, antara bulan Juli—September setiap tahunnya. Namun, pada tahun ini agak istimewa. Pertama, hadiah Rancagé akan diberikan untuk ke-31 kalinya, bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2019. Kedua, tanggal 31 Januari merupakan hari kelahiran Ajip Rosidi yang pertama kali menggagas hadiah ini.
Bekerjasama dengan ISBI Bandung, Yayasan Kebudayaan Rancagé mengadakan acara syukuran sederhana dengan tema “81 Tahun Ajip Rosidi – 31 Tahun Rancagé”. Acara ini dimeriahkan oleh beberapa seniman nasional dan seniman Bandung, antara lain penampilan Komunitas Balada Bandung, Manjing Manjang (Adew Habsta, Trisno Yuwono, Mahesa, dkk), Musikalisasi dari kelompok Renjana Jakarta, Yayan Katho, dkk., pembacaan rampak puisi “Janté Arkidam” (Mazeinda Albiruni, Samuel Leonardi, Cikal Ramadhan, Fajar Ramadhan, Fahad Alfad), pembacaan puisi berbahasa daerah, serta penampilan dari Sambasunda. Selain penampilan para seniman tersebut, diumumkan pula para penerima Hadiah Sastera Rancagé tahun 2019 dan bincang-bingcang bersama Ajip Rosidi yang dipandu oleh Tisna sanjaya, Slamet Rahardjo, dan J.J. RIzal.


Rektor ISBI Bandung Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., mengatakan bahwa ISBI Bandung berbangga menjadi salah satu institusi yang bisa bekerjasama dengan Yayasan Kebudayaan Rancagé dalam merayakan 81 Tahun Ajip Rosidi serta pengumuman Hadiah Sastera Rancagé ke-31.
“Ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya bahwa kami, ISBI Bandung, berbahagia dapat bekerjasama dalam perayaan ulang tahun budayawan dan juga sastrawan Ajip Rosidi yang ke 81. Ini menjadi motivasi untuk ISBI Bandung agar kedepannya menjadi tempat untuk event-event kebudayaan, dan setelah adanya Fakultas Budaya dan Media, harapan kedepannya semoga ISBI Bandung terdapat Fakultas Sastra,” ucap Rektor ISBI Bandung.
Dalam acara tersebut, turut hadir pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pada sambutannya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung pergerakan literasi di Jawa Barat. Sebagai bentuk “kanyaah” dan dukungan kepada Ajip Rosidi, dirinya kemudian memberikan dana hibah sebesar 100 juta Rupiah untuk pengembangan Perpustakaan Ajip Rosidi.
“Ajip Rosidi merupakan orang yang konsisten dalam hal literasi. Selama ini perpusatakaan milik Ajip sudah memberikan kontribusi di bidang literasi bagi masyarakat Jawa Barat khususnya. Namun, pengelolaannya tersebut belum maksimal. Semoga dengan bantuan ini diharapkan bisa membantu pengembangan perpustakaan Ajip Rosidi,” ucap Emil, sapaan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Selain itu, Emil juga berpesan memberi motivasi  kepada ISBI Bandung agar kedepannya harus berani untuk mengembangkan dan menampilkan pertunjukan seni dan budaya ke luar negeri agar dapat dikenal oleh dunia.
“ISBI Bandung itu kedepannya harus berani dan lebih sering lagi tampil di luar negeri. Karena buat apa mengadakan pertunjukan fenomenal tapi diadakan di kampung sendiri (dalam negeri). Budaya kita harus ditampilkan di kampung orang (luar negeri), dan Pemerintahan Provinsi siap untuk mendukung hal tersebut.” pungkas Emil.
Selain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, S.S., M.Sc., akademisi dari berbagai perguruan tinggi, para sahabat-sahabat dari Ajip Rosidi yang terdiri dari para pegiat kebudayaan, para seniman, para sastrawan, para tokoh, dan juga komunitas sastrawan serta komunitas seni budaya.