Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung berpartisipasi dalam acara ritus tubuh dan air yang digelar oleh Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) pada Jum’at (22/3/2019) lalu. Acara yang berlangsung di Sungai Cikapundung tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia. Selain dari mahasiswa ISBI Bandung, para penari yang turut berpartisipasi berasal dari Kmunitas Bajidoris Jawa Barat dan dari berbagai sanggar tari.

Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Abah Nanu selaku penggagas acara ritus tubuh dan air ini.  Semua penari beserta Abah duduk melingkar. Iringan musik tradisional Sunda dan suara gemericik air kian menambah suasana khidmat. Tercium semilir dupa dan parukuyan (bara api kecil) di tengah lingkaran tersebut.

Seusai berdoa, para penari dari mahasiswa ISBI Bandung dan yang lainnya menampilkan gerakan tarian kontemporer dengan masuk ke dalam plastik besar yang telah disediakan.  Tarian tersebut diiringi oleh musik tradisional tarawangsa yang mampu membawa para penari seolah menyatu dengan alam.

  • Mahasiswa ISBI Bandung Berpartisipasi dalam Hari Air Sedunia di Sungai Cikapundung
  • Mahasiswa ISBI Bandung Berpartisipasi dalam Hari Air Sedunia di Sungai Cikapundung
  • Mahasiswa ISBI Bandung Berpartisipasi dalam Hari Air Sedunia di Sungai Cikapundung

Makna yang ingin disampaikan dari kegiatan tersebut adalah sebagai pengingat bahwa manusia tak bisa terlepas dari alam. Mengingatkan semua yang menonton bahwa alam dan manusia memiliki keterikatan dan saling membutuhkan. Maka dari itu diharapkan antara alam dan manusia jangan sampai ada yang bertindak egois.

Menurut Budi, salah seorang penari dari ISBI Bandung berpendapat bahwa kejadian bencana banjir bandang yang melanda di beberapa daerah di Jawa Barat merupakan dampak dari ulah manusia yang egois.

"Itu semua terjadi karena ulah manusia yang egois pada alam. Oleh karena itu, alam pun bisa jauh lebih egois pada manusia dengan memberikan kehancuran dimana-mana," ungkap Budi.