Berita Terkait


(Sumber foto: galamedianews.com)

Kemenparekraf jalin kerjasama dengan ISBI Bandung untuk mengembangkan destinasi yang berbasis kebudayaan di Kawasan Timur Indonesia

UPAYA memajukan destinasi pariwisata di Kawasan Timur Indonesia terus dilakukan oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Mereka pun melibatkan energi kampus dengan basis Perguruan Tinggi Seni. Koordinasinya dilakukan Selasa (10/3/2020) lalu dengan lokasi Gedung Kemenparekraf di Jalan Kimia, Nomor 12, Jakarta Pusat.
Diinisiasi oleh Kemenparekraf, pertemuan tersebut pun menghadirkan Rektor Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Een Herdiani. Hadir juga Guru Besar ISBI Bandung Arthur S Nalan hingga Peneliti Wanda Listiani. Fokus pertemuannya, eksplorasi pengembangan destinasi di Kawasan Timur Indonesia. Strateginya, melibatkan unsur pentahelix dan memperkuat story telling.
“Kawasan Timur Indonesia memiliki potensi luar biasa. Kami memiliki gagasan untuk memanfaatkan hasil riset seni budaya di Kawasan Timur Indonesia yang dilakukan ISBI Bandung. Implementasinya bisa berkelanjutan, khususnya di destinasi unggulan di sana,” ungkap Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Wawan Gunawan dalam siaran persnya yang diterima Sabtu (14/2/2020).
Kawasan Timur Indonesia punya beragam destinasi prioritas dan super prioritas. Sebut saja, Likupang, Labuan Bajo, Mandalika, dan Morotai. Ada juga Wakatobi, Toraja-Selayar-Makassar, Raja Ampat, dan Teluk Cenderawasih. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, maka dilibatkan unsur pentahelix. Unsur ini terdiri pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, dan media.
“Destinasi unggulan tersebut memiliki karakteristik yang khas. Kombinasi alam dan budayanya sangat eksotis. Sinergi dari unsur pentahelix di sana juga sangat luar biasa. Mereka memiliki komitmen yang besar untuk memajukan pariwisata di daerahnya masing-masing,” terang Wawan.
Menaikan daya tarik destinasinya, penguatan untuk sory telling juga diberikan. Apalagi, destinasi itu juga memiliki story telling yang menarik. Destinasi Mandalika di Nusa Tenggara Barat contohnya. Spot ini punya cerita Putri Mandalika yang menjelma menjadi Nyale. Hingga sekarang, Nyale atau cacing laut akan muncul setiap tanggal 20 bulan 10 Kalender Suku Sasak.
Mitologi Bau Nyale berawal dari Putri Mandalika yang berwajah rupawan dan diperebutkan banyak pangeran. Para pangeran kerajaan Lombok saling bersaing mendapatkan hati Sang Putri. Menghindari pertumpahan darah, Putri Mandalika lalu rela berkorban menceburkan diri ke laut. Lebih lanjut, Putri Mandalika pun menjelma menjadi Nyale dan muncul hanya setahun sekali.
Story telling dalam perkembangannya Kawasan Timur Indonesia pun sangat beragam. Destinasi ini juga bisa mengembangkan story telling dengan genre Jalur Sutra (Cheng Ho), Kemaritiman, hingga Rempah-Rempah. Selain itu, kawasan destinasi ini juga memiliki kekayaan budaya lain berupa Wayang Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski sangat eksotis, keberadaan Wayang Sasak diklaim hampir punah.
“Strategi-strategi bagus harus disiapkan untuk menarik wisatawan ke destinasi sebanyak-banyaknya. Kami tetap sepakat, story telling harus terus dikuatkan. Lebih lanjut, kami juga akan menjalin kerja sama dengan ISBI Bandung untuk mengembangkan destinasi yang berbasis kebudayaan di Kawasan Timur Indonesia,” lanjut Wawan lagi.
Pengembangan destinasi dengan Konsorsium Budaya di Papua sudah dilakukan 9 Perguruan Tinggi pada 2019. Hasilnya, pengemasan budaya di destinasi Kawasan Timur Indonesia saat ini ternyata belum dilakukan secara maksimal. Secara teknis, implementasinya memerlukan komunikasi persuasif hingga pendampingan. Muaranya, penyadaran masyarakat untuk mengebangkan potensi besarnya.
“Melibatkan kampus menjadi langkah positif untuk mengembangkan destinasi lebih lanjut. Dengan begitu, semua program akan tersinergikan dengan positif. Sebab, kampus punya hasil riset yang secara keilmuan sangat terukur. Tinggal melakukan sedikit penyesuaian pola dan strategi implementasinya di lapangan,” tutup Rektor ISBI Bandung Een Herdiani.

Penulis: Kiki Kurnia
Editor: Kiki Kurnia

Sumber: https://www.galamedianews.com/pariwisata/250743/majukan-destinasi-pariwisata-timur-indonesia-kemenparekraf-baparekraf-gandeng-kampus.html
Diakses pada: 16 Maret 2020

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Angklung dan Musik Bambu
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Lembaga


Unit Pelaksana Teknis

  • UPT Perpustakaan
  • UPT Teknologi Informasi
  • UPT Ajang Gelar dan Busana Pertunjukan
  • UPT Kantor Urusan Internasional

Biro Akademik dan Umum

  • Bag. Akademik dan Kemahasiswaan
    • Subbag. Akademik
    • Subbag. Kemahasiswaan
  • Bag. Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
    • Subbag. Perencanaan
    • Subbag. Kerja sama dan Hubungan Masyarakat
  • Bagian Umum dan Keuangan
    • Subbag. Keuangan
    • Subbag. Tata Usaha, Hukum dan Kepegawaian
    • Subbag. Rumah Tangga dan Barang Milik Negara