Info FSP

NEO Theatre Indonesia dengan dukungan khusus Jurusan Teater ISBI Bandung dan SENI.CO.ID mengundang untuk meyaksikan pertunjukan lakon “MEDEA”. Lakon ini buah karya dramawan eksistensialis Prancis, Jean Anouilh (1910-1987), Terjemahan & Sutradara Fathul A. Husein, Pimpinan Artistik Joko Kurnain, Pimpinan Produksi Yani Mae, Supervisi Produksi Agus Setiawan & Andreas D. Bolo, Penasehat Produksi Eka Gandara WK., Mohamad Sunjaya, Prof. DR. Ir. Ganjar Kurnia. Menampilkan para aktor: Yeni Kustaman, Yani Mae, Irwan Jamal, Dedi Warsana, Heksa Ramdono, dan RomiIrgani. Pertunjukan akan berlangsung pada tanggal 11, 12, 13 September 2019, mulai pukul 19.30 WIB, di GK. Dewi Asri ISBI Bandung, JL. Buah Batu No.212 Kota Bandung.

Sinopsis Lakon

MEDEA adalah kisah tragedi dalam mitologi Yunani Klasik. Jean Anouilh (1910-1987), dramawan Prancis, mengangkat kisah tersebut ke dalam sebuah lakon dalam perspektif filsafat Eksistensialisme. Mengungkap dengan tajam dan cerdas sisi eksistensialisme seorang perempuan, Medea, putri Ietes dari Kolkis, sang keturunan dewa matahari, yang berani mengatakan TIDAK terhadap kesenangan dan kebahagiaan jika harus tunduk sekaligus memperhambakan diri terhadap kuasa-kuasa di luar dirinya. Seorang anti-konformis sejati yang dengan tegas MENOLAK segala sesuatu yang BUKAN DIRINYA.
Ia telah berjuang habis-habisan seraya mengorbankan apapun (tak terkecuali lambang kebesaran sang ayah yang raja, melenyapkan nyawa saudara kandung, serangkaian pembunuhan, kebohongan, penipuan,dll.) demi kehidupan dan capaian ambisi duniawi seorang lelaki konformis bernama Jason dari Iolkos, yang sangat dicintainya dengan membabi-buta.
Di sebuah pantai nan asing di kerajaan musuh, tatkala akhirnya Medea malah dikhianati oleh lelaki itu, yang malah menikahi putri raja Kreon di negeri Korintus tempatnya meminta perlindungan dari pengejaran berbagai pasukan, maka Medea memutuskan untuk bunuh diri sembari membunuh anak-anak, buah cinta bersama lelaki itu, tentu sebagai protes dan penolakan. Tema infanticide (pembunuh anak anak oleh orang tuanya) dan bunuh-diri Medea jelas merupakan puncak dari ultimatum eksistensialnya yang hingga detik terakhir bersikukuh mengharamkan nyawanya dan nyawa anak-anaknya untuk direnggut oleh apa pun dan siapa pun di luar dirinya. Medea sadar sepenuhnya bahwa anak-anaknya telah ia ‘gunakan’ sebagai pemicu bom racun untuk membunuh dan melelehkan tubuh Kreon beserta putrinya. Medea sadar semuanya harus berakhir pada kematian(atau hukuman mati untuk dirinya). Padahal, dalam keyakinan ‘ras’ Medea, tidak ada hukuman atau norma apa pun yang boleh‘menyentuh’dirinya dan anak-anaknya.

Salam Hangat,
Fathul A. Husein
Sutradara NEO Theatre

Cuplikan Dialog

MEDEA
Aku masih harus membuang dunia malam ini, demi sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih hidup dariku… Sesuatu bergerak dalam diriku senantiasa, sesuatu yang mengatakan TIDAK untuk kesenangan, sesuatu yang mengatakan TIDAK untuk kebahagiaan… Aku MENGIKUTIMU dalam darah dan kejahatan: aku akan membutuhkan darah dan kejahatan untuk MENINGGALKANMU…

JASON
Kau nampak seperti binatang buas kecil yang berantakan, terkoyak hingga ke usus, namun masih mendongakkan kepalanya: untuk menyerang!...Setialah di jalanmu. Rebutlah, robeklah, berjuanglah, memandang rendahlah, hinalah, bunuhlah, dan tolaklah segala sesuatu yang BUKAN DIRIMU…

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Musik Bambu

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Biro Akademik dan Umum

SIMPT