Info FSRD

Mahasiswa Program Studi Tata Rias dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Tahun Angkatan 2015, menggelar acara fashion show yang bertajuk “Fashilumos: Genesis”, Selasa (16/7/2019) di Pendopo Mundinglaya ISBI Bandung. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka penyelesaian tugas akhir dengan menampilkan peragaan busana hasil rancangan 17 desainer muda dari Prodi Tata Rias dan Busana ISBI Bandung.

Fashilumos terdiri dari kata fashion dan lumos. Fashion memiliki arti fesyen atau gaya hidup dari segi berpakaian, sedangkan lumos memiliki arti cahaya.  Melalui acara tersebut diharapkan menjadi salah satu ajang promosi kepada public agar kedepannya para lulusan Tata Rias dan Busana ISBI Bandung memiliki karir yang cemerlang dan bercahaya.

 1. Della Dwi Agita (MO-VERSIBLE)
Mo-versible diambil dari 2 kata yaitu modular dan reversible. Mo-versible diangkat dari teknik dalam pembuatan karya ini yang bisa menampilkan perubahan dalam setiap tampilan.

2. Arsy Ciptasari (RECYCLE CIRCLE)
Recycle Circle berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti lingkaran daur ulang di buat dengan menggunakan bahan limbah kaleng minuman. Bentuk lingkaran dipilih sebagai inspirasi bentuk terkait dengan nilai safety dan comfortable dari karakter limbah, di dominasi warna biru yang memberikan kesan dingin dan sejuk.

3. Eva Rostiana Dewi (ICE-xentrik)
ICE-xentrik diambil dari kata ice dan eksentrik yang berarti mencolok dan menarik perhatian, nama ice-xentrik diambil untuk menggambarkan penggunaan teknik ice dyeing yang menarik perhatian dengan penggunaan warna yang mencolok dengan padu padan teknik patchwork yang menjadikan karya terlihat lebih unik dan eksentrik

4. Elva Resti (CELERSHION)
Karya ini merupakan salah satu jenis sustainable fashion atau biasa disebut dengan pakaian ramah lingkungan. Seledri merupakan fokus utama dalam pembuatan karya karena bahan tersebut merupakan bahan alami yang tidak dapat mencemarkan lingkungan. Seledri diaplikasikan  sebagai motif dengan menggunakan teknik eco printing dan juga sashiko.

5. Fitri Mustika (ORCHIDPUFF)
Orchidpuff adalah busana ready-to-wear dengan motif yang terinspirasi dari bunga anggrek. Menggunakan teknik sablon puff yang menghasilkan tekstur 3D.

6. Nurul Qurrota Ayun (FUNCTI-ON)
Functi-On berasal dari kata "function" yang berarti "fungsi, dan "ON" yang merupakan singkatan dari "Origami" atau seni melipat kertas dari Jepang, serta "Nature" yang berati alam. Mengangkat konsep transformable fashion dengan jenis multifunction design.

7. Resa Rosiana (OMORPHALLUS)
Omorphallus adalah singkatan dari Amorfià of Amorphophallus dari bahasa Yunani yang berarti keindahan dari Amorphophallus (bunga bangkai). Koleksi ini terinspirasi dari tiga jenis bunga bangkai yaitu Amorphophallus Atroviridis, Amorphophallus konjac dan Amorphophallus paenipollius, di implementasikan dalam koleksi busana ready-to-wear deluxe.

8. Hana Noviyanti MY (FUJIBLING)
Di ambil dari dua kata yaitu Fuji dan Marbling, yang artinya bentuk visualisasi dari siluet Gunung Fuji ikon di Jepang, dengan menggunakan penerapan teknik marbling dan aplique bunga sakura ke dalam busana ready to wear.

9. Merisa Ayu Kurnia (LEPUS)
Diambil dari jenis kain tenun songket lepus di Palembang. Lepus sendiri berarti menutupi, jenis kain tenun yang hampir tertutupi anyaman benang emas. Dengan menggunakan teknik aplikasi yang memadukan Lepus serta dikombinasi dengan Trend Singularity: Festive Fiesta ke dalam busana Casual Wear.

10. Nisa Kamila Purnama (DOLANAN)
Dolanan diambil dari bahasa Jawa yang berarti permainan. Nama Dolanan mewakili inspirasi yang terdapat pada koleksi busana ini. Inspirasi yang digunakan berupa bentuk dari alat-alat bantu permainan tradisional Jawa Barat yang diaplikasikan menggunakan teknik laser cutting dan applique.

11. Oviana Nurjanah (SINAROJA)
Karya tersebut terinspirasi dari makanan tradisional khas daerah ciamis Jawa Barat yaitu "SAROJA". Sinaroja memiliki arti disenangi banyak orang. Keunikannnya dari saroja menjadi salah satu alasan untuk memilih konsep tersebut yang menjadi motif baru dalam bentuk batik.

12. Gita Latifah (BARGLARI)
Barglari diambil dari bahasa uzbek yang berarti daun. Karya ini terinspirasi dari daun jati yg dicetak di permukaan kain, sehingga menjadikan motif daun jati sebagai point utamanya.

13. Syabilla Khasanati Putri (LUMISTELLE)
Lumistelle berasal dari kata Luminous dan stelle yang berarti bintang-bintang yang bercahaya. Nama tersebut diambil sesuai dengan bentuk aplikasi patchwork bintang dengan menggunakan kain perca batik berwarna cerah yang diterapkan pada karya, yang memberikan kesan bintang yang bercahaya. Bentuk patchwork bintang ini belum penah ada yang menerapkan pada busana casual.

14. Restri Mardiana (TSVETE)
Tsvete yang artinya flower smocking yaitu salah satu manipulating fabric yang membentuk seperti bunga. Terinspirasi dari bunga forsythia yang berasal dari negara korea

15. Rose Agustina (SYABKAH)
Syabkah berasal dari bahasa Arab yang berarti rajut. Koleksi syabkah ini terinspirasi dari keadaan gurun pasir di tanah Arab dengan menerapkan motif Arabesque yang diaplikasikan pada moslem wear menggunakan teknik rajut sebagai fokus utamanya. Menampilkan warna-warna gurun pasir yang memiliki kesan manis dan elegan.

16. Tita Puspitasari (NARAHU)
“Narahu” diambil dari bahasa sunda “na” yang berarti sesuatu yang dilakukan oleh banyak orang, dan“tahu” sebagai salah satu icon kuliner kota sumedang yang bisa angkat menjadi inspirasi dalam karya fashion. Tahu Sumedang dijadikan inspirasi pada penciptaan motif batik tulis yang kemudian diimplemetasikan kedalam busana ready-to-wear deluxe.

17. Riska Dwi Oktasari (PUSAKO MINANG)
Pusako diambil dari bahasa Minang yang artinya pusaka. Minangkabau merupakan kota yg masih kental dengan kebudayaannya. Jam dan Rumah Gadang merupakan ikon Minangkabau dan termasuk pusako di Minangkabau. Jam dan Rumah Gadang bisa diangkat ke dalam dunia fashion dan menjadi inspirasi dalam penciptaan motif batik tulis yang kemudian diwujudkan kedalam busana ready-to-wear.

 

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Tari
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Biro Akademik dan Umum

SIMPT