Info Pascasarjana


Pertunjukan Teater berjudul “Mose Ende” merupakan bagian kedua dari Trilogi “Ase Kae” yang berkisah tentang betapa kuatnya pertalian saudara antara Ase (adik dalam bahasa Manggarai) dan Kae (kakak dalam bahasa Manggarai).Mereka merupakan anak yatim piatu yang memutuskan untuk merantau atas ajakan Kae meskipun Ase berkali-kali menolak.
Pada pertunjukan tersebut, setting tempat seolah-olah berada di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bahkan untuk memperkuat suasana setting tempat tersebut, bahasa yang digunakan pun sepenuhnya menggunakan bahasa daerah Manggarai, tanpa mengunakan bahasa Indonesia sama sekali. Hal tersebut tidak menjadi suatu kendala bagi para pemain, karena keseluruhan pemain merupakan keturunan asli daerah Manggarai.
Pertunjukan yang berlangsung di Gedung Dewi Asri ISBI Bandung tersebut digelar oleh Mahasiswa Pascasarjana ISBI Bandung, Kristo Muliagan Robot, dalam rangka Ujian Akhir Semester. Dalam pertunjukan tersebut, penonton digiring untuk duduk sejajar di atas arena permainan. Melalui cara tersebut, para penonton ikut terlibat dan merasakan suasana pertunjukan.

Mose Ende menurut artian berarti kembali pada ibu. Mose artinya hidup dan Ende artinya Ibu. Menurut sang sutradara Kristo M.R., Mose Ende bukan berarti sebagai hidup ibu, tetapi memiliki arti tersendiri.
“Mose Ende yaitu tujuan seseorang ketika mengeluh atau dalam keadaan terpuruk,” ujarnya.
Sebuah set panggung besar berbentuk kerucut yang terbuat dari susunan bambu menjadi pusat perhatian dalam pertunjukan tersebut. Susunan bambu tersebut diibaratkan rumah tradisional Manggarai yang disebut Mbaru Niang. Dalam set panggung kerucut tersebut juga terdapat dedaunan yang berserakan serta tujuh buah penampi beras yang disimpan mengelilingi Mbaru Niang.
Lantunan lagu tradisonal mengawali pertunjukan tersebut. Enam orang perempuan memulai adegan seperti memintal benang. Di dalam Mbaru Niang, seorang lelaki berdiam di tengah dengan enam orang perempuan yang menghadap ke luar. Seorang perempuan tua kemudian memanggil, mereka berkumpul kemudian berdialog.
Kemudian, adegan selanjutnya yaitu ketika Ase meringkuk di tengah Mbaru Niang dalam kondisi kedinginan. Ase dihampiri oleh perempuan tua lalu dipangkunya kepala Ase dengan lembut. Perempuan tua tersebut kemudian menyanyikan lagu nina bobo namun dengan versi Manggarai. Ase kemudian diajarkan berbagai pengalaman oleh perempuan tua itu, salah satunya menampi beras.
Berbeda dengan Ase, di luar sana Kae sudah menjadi raja. Proses tersebut ditunjukkan dengan adegan Kae yang mengenakan baju, ikat, dan kemudian adanya pemberian senjata. Di akhir cerita, Ase berpamitan kepada para perempuan untuk mencari Kae.
Menurut Kristo, dalam pertunjukan teater tersebut sebetulnya terdapat sebuah kritik. Di NTT, dalam sebuah kelompok sangat tidak mungkin dipimpin oleh perempuan. Pesan kritik terhadap sistem patriarki terlihat pada adegan Ase yang menampi beras. Hal tersebut sebenarnya sangat jarang terjadi di NTT.
Kekuatan yang muncul dari pertunjukan Mose Ende adalah para pemeran perempuan yang mendominasi dan ketika Ase yang dirawat dengan sangat lembut kemudian diajari berbagai pengalaman oleh tokoh perempuan tua. Pada akhirnya, Ase yang beranjak dewasa harus direlakan pergi oleh perempuan tua yang sudah menganggapnya anak sendiri. Namun, perempuan (dalam hal ini bisa disebut ibu) selalu menjadi tujuan seseorang ketika mengalami kondisi terpuruk. Hal tersebut yang kemudian coba disampaikan oleh sang sutradara melalui pertunjukan Mose Ende.

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Musik Bambu

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Biro Akademik dan Umum

SIMPT